selamat datang

Selamat Datang di blog penasun3

Minggu, 24 Februari 2013

IMPIAN SEJATI


“Saya memimpikan sesuatu mimpi yang tampak mustahil, mimpi itu terwujud.”  
(Junichiro Koizumi,mantan Perdana Menteri Jepang)

Suatu hari ada seorang anak muda yang melakukan perjalan jauh hanya untuk menemui seorang tua yang terkenal bijak. Si anak muda bertanya ”Pak saya mendengar bahwa bapak adalah seorang yang sudah sering memberi petuah bijak kepada banyak orang yang sedang menghadapi masalah.”
“Ngak usah basa basi,ceritakan apa masalahmu anak muda” tanya si orangtua.

“Sebenarnya bukan masalah besar. Saya hanya ingin tahu apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini? karena saya punya banyak sekali keinginan dan harapan harapan untuk masa depan saya.apa semua itu dapat disebut impian sejati.”
“Apakah kau bisa renang.”
“Tidak bisa pak.”
“Mari ikut aku.”

Orang tua itu mengajaknya jalan jalan ke sungai. Sampai disalah satu tepi pantai, sambil memegang tangan si anak muda,orangta bijak itu dengan tiba tiba mendorong kepala si anak muda kedalam air,anak muda itu meronta ronta, tapi orang tua itu tidak melepaskan pengangannya. Sampai kemudian orangtua itu dengan sekuat tenaga menariknya keatas.

Apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya,”teriak si anak muda kepada orangtua bijak tersebut. Orang tua itu tidak menjawab pertanyaannya,malah balik bertanya “Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada didalam air tadi?”. “Tentu saja udara. Karena saya tadi megap-megap gak bisa nafas,” jawab si anak muda.

“Bagaimana umpama kamu meronta ronta di air saya tawarkan yang lain sebagai pengganti udara, misalnya kekayaan, pangkat tinggi, wanita cantik?”. Tanya si orang tua lagi.

“Tidak, tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya,tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air,” jelas si anak muda.

“Itulah impian sejati. Kalau kamu mengingikan sesuatu sebesar keinginanmu akan udara ketika kamu berada dalam air,itulah impian sejati.” kata sia orang tua bijak.

Musatahil dunia akan semaju ini tanpa kehadiran para pemimpin. Mustahil dunia bisa berkembang dengan teknologi yang sedemikian cangggih, tanpa kemunculan para pemimpin. Dulu memimpikan bisa mengobrol antar daerah mungkin hanya sebuah mimpi tetapi Alexander Graham Bell telah membuktikan bahwa mimpi itu bisa terwujud.

Tanpa impian,manusia tidak akan bergerak maju meraih nasib baiknya. Ia akan tetap terkungkung dalam kehidupan yang begitu-gitu saja.hidupnya stagnan. tak punya arah jelas untuk meningkatkan hidupnya menuju hidup yang lebih bermartabat.hasrat dan kegigihan manusia rata rata,sangat mudah leburnya hanya tidak kuatnya impian yang ada dalam benak mereka. Bahkan karena tantangan dan ujian yang remeh, ia dengan mudah kalah.

Sebenarnya mimpi adalah mesin kemajuan jika ia terpatri kuat dalam dada seseorang. tanpa kekuaatan mimpi, rasanya kita akan terombang rambing oleh keadaan dan ujian, ujian dalam hidup. Tanpa impian yang kuat kita akan mudah menyerah hanya karena tantangan remeh kehidupan. Impian yang lemah akan goyah karena masalah yang menempah.

Padahal hidup ini adalah kepastian. Kita belum tahu masalah apa yang dihadirkan oleh Tuhan untuk menguji kita dalam menghadapi mimpi. Kita belum tahu ujian apa yang telah dipersiapkan oleh Tuhan untuk menguji kuat lemahnya impian yang tertanam dalam dada kita. Inspirasi tertentu  mungkin jadi keniscayaan kita.
Sebenarnya firman tuhan yang mengatankan bahwa tuhan akan menjawab doa hambanya adalah kebenaran mutlak. Tuhan mengabulkan doa kita dengan tiga cara:

Apa bila tuhan mengatakan YA..kita akan mendapat  apa yang kita minta.
Apabila tuhan mengatan TIDAK.kita akan mendapatkan yang lebih baik.
Apabila tuhan mengatakan TUNGGU.kita akan mendapat yang terbaik pada saat yang tepat menurut Tuhan.

Tuhan tidak pernah terlambat . Dia tidak juga tergesa gesa. Dia selalu tepat waktu dan selalu punya alasan dibalik semua kejadian dalam hidup kita. Segala keputusan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita. Jika pun doa kita tak kunjung terjawab ‘YA’ pikirkan, barang kali karena Tuhan sayang pada kita. Dia suka mendengar kita memanjatkan doa padanya.

Mario  Teguh pernah berpesan,”Terkadang Tuhan menyudutkan jiwa-jiwa kecintaanNya ke relung dan cela sempit dan sulit, agar mereka tak memiliki apapun selain Tuhan dan keluarga, agar mereka bersih dalam keikhlasan untuk bekerja mengunduh rezeki Tuhan.”

Tetaplah berbaik sangka terhadap pemberian Allah. Hadapi masalah dengan lapang dada. Berdasarkan hasil penelitian terhadap ribuan orang-orang sukses , berhasil disimpulkan bahwa 85% kesuksesan dari setiap individu dipengaruhi oleh sikap positif. Sedangkan kepemilikan skill atau technical expertise hanya berperan 15%.

Jadikan masalah sebagai pembelajaran yang memperkuat mental kita.jadikan kegagalan sebagai media untuk merenung dan intropeksi diri.Dengan kegagalan kita bisa tahu bahwa lubang disana-sini. Positiflah memandang hidup. Semoga dengan sikap-sikap positif, keberhasilan sejati sagera hadir dalam hidup kita....

Jumat, 29 Juni 2012

Teka-Teki Imam Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya :

Soalan pertama
Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan
kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan
mati ( Surah Ali-Imran:185) .

Soalan kedua
Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang

Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah
MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, teta! p kita tidak
akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga
hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang
sesuai dengan ajaran Agama.

Soalan ketiga
Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?

Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA
NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka .

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan
manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya
(ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat
dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi)
tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu
seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah
orang-orang yang lalai. "
(Surah Al-A'raaf, Ayat 179)

Soalan keempat
Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia ?

Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah

Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung,
dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi
khalifah(pemimpin) di duni! a ini. Tetapi manusia dengan sombongnya
berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia
masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.'

Soalan kelima
Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?

Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun

Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali
didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tinggalkan solat. Na'uzubillahiminzaa lik.

Soalan keenam
Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?

Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah
LIDAH MANUSIA . Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti
hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me­nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas­jid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Sumber : Ensiklopedi Hukum Islam

Kamis, 17 Mei 2012

MEDALI

Penasun3 KemBali lagi berkarya…………………..!
Sekarang ane mau perkenalkan produk terbaru KAMI……
MEDALI “SANG JUARA”…………”””””””””””””””””””!!!!!
BAGI ANDA YANG BERPROFESI SBGAI : guru ato ustadz YANG KEBINGUNGAN MENDAPATIN MEDALI BUAT ANAK DIDIKNYA……………………
SEKARANG ENTENG BEGETE……..! tinggal langsung pijit hape/laptop….. sms/tlp ke no. kami ato FB kami……! Pesanan anda akan segera kami buat……!

KATEGORI MEDALI :
  1.          BAHAN KUNINGAN, HARGA Rp. 10.000/pcs
  2.                   BAHAN STAINLESS, HARGA Rp. 9.000/pcs
  3.          BAHAN ALUMUNIUM, HARGA Rp. 8.000/pcs.
DIJAMIN PUAS END KETAGIHAN……………………….!
*) HARGA NEGO SESUAI PESANAN DAN TAWAR MENAWAR
cp :
sms/tlp : 087 728 023 270
fb         : jaelani jayadiningrat
e-mail   : jayadiningrat87@gmail.com

Sabtu, 14 April 2012

10 Bersaudara BINTANG AL-QUR'AN


Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman


Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :


1. Afzalurahman Assalam
2. Faris Jihady Hanifa
3. Maryam Qonitat
4. Scientia Afifah Taibah
5. Ahmad Rasikh 'Ilmi
6. Ismail Ghulam Halim
7. Yusuf Zaim Hakim
8. Muhammad Syaihul Basyir
9. Hadi Sabila Rosyad
10. Himmaty Muyassarah


Afzalurahman Assalam

Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.


Faris Jihady Hanifa

Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.


Maryam Qonitat

Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.


Scientia Afifah Taibah

Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.


Ahmad Rasikh 'Ilmi

Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.


Ismail Ghulam Halim

Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.


Yusuf Zaim Hakim

Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.


Muhammad Syaihul Basyir

Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.


Hadi Sabila Rosyad

Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.


Himmaty Muyassarah

Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Dilengkapi Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman dan Fadhilah Menghafal Al-Qur'an
Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.

Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis mengklasifikasikannya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.

Metode Menghafal Al-Qur'an 10 bersaudara bintang Al-Qur'an
Pada bab penutup penulis memaparkan metode yang dipilih keluarga Mutammimul Ula dalam mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an: pertama, mengajarkan membaca. Kedua, repetisi (pengulangan). Ketiga, memilihkan mereka sekolah yang memiliki program utama menghafal Al-Qur'an. Secara khusus kedua orang tua juga senantiasa menjaga orientasi hafalan mereka. Keempat, saat menginjak usia remaja mereka dipahamkan tentang fadhilah membaca Al-Qur'an. Kelima, kedua orang tua menjadi teladan yang nyaris sempurna dalam dakwah, pemikiran Islam, orientasi tentang keluarga Al-Qur'an, dan senantiasa mendoakan mereka sepanjang waktu hidupnya.

Akhirnya, bagi keluarga muslim, terutama keluarga dakwah, kiranya buku 10 bersaudara bintang Al-Qur'an ini sangat penting untuk menginspirasi berikut menjadi referensi lahirnya bintang-bintang Al-Qur'an yang baru.
(Sumber :http://www.bersamadakwah.com/2010/03/10-bersaudara-bintang-al-quran.html )

"Tuhan...!
Mentari Pagi ingin ku raih....,
Bunga desa yang sanggup melahirkan para Penjaga Kalam-Mu,
Sebuah Cita dengan rasa yang penuh harap,
Smoga Kau pun memberikan keindahan dalam kehidupanku,
Demi Keabadian Yang Indah....

Tuhan...!
Tak bosannya hamba bersandar pada-Mu,
Sang Maha yang penuh Rasa,
Smoga hamba secepatnya kau berikan rasa,
yang menentramkan hatinya,
Demi menggapai keridhoan-Mu,

Tuhan...!
hamba yang penuh dengan cita,
kapan cita itu semuanya berwujud,
secepatnya yang diinginkan oleh setiap hamba-Mu
smoga Kau mempercepat keajaibannya...."