selamat datang

Selamat Datang di blog penasun3

Selasa, 14 Desember 2010

LUCUNYA kit@............!


Sahabat Penasun3.....
Perlu kita renungkan..! bahwa ternyata kita sebagai manusia makhluk yang Alloh ciptakan dengan kesempurnaan akal, yang membuat kita berbeda dengan makhluk yang lainnya. Ternyata, memiliki kebiasaan yang sangat lucu & membuat tenggorokan ini gatal untuk ketawa se-ngakak-ngakak-nya.......
Tapi, berfikirlah tuk jadi yang beruntung.

Lucu ya, uang Rp. 20.000 tampak begitu besar
ketika dibawa ke kotak amal mesjid, tetapi begitu kecil jika kita bawa ke supermarket.

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir,
tetapi terasa singkat untuk pertandingan sepakbola.

Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di mesjid tetapi
betapa cepatnya waktu berlalu ketika kita menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya, betapa susahnya kita merangkai kata untuk
dipanjatkan ketika berdoa atau sholat, tetapi betapa mudahnya kita mencari bahan obrolan ketika bertemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu
pertandingan bola favorit kita, tetapi betapa bosannya bila iman shalat tarawih bulan ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al quran satu juz saja,
tetapi novel best seller 200 halaman pun habis kita lalap dalam sekejap.

Lucu ya, kita berebut duduk paling depan ketika nonton
konser atau pertandingan olahraga, tetapi kita berebut cari shaf paling belakang ketika jumatan agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, kita perlu undangan pengajian 1-2 minggu
sebelumnya agar bisa disisipkan di agenda acara kita, tetapi untuk acara lain betapa mudahnya kita mengubah jadwal.

Lucu ya, betapa susahnya kita untuk berpartisipasi
dalam berdakwah tetapi betapa mudahnya kita terlibat dalam penyebaran gosip.

Lucu ya, begitu mudahnya kita percaya pada apa yang
dikatakan koran tetapi sering kita mempertanyakan apa yang dikatakan Al Qur’an.

Lucu ya, betapa kita pinginnya masuk syurga tanpa
harus beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa.

Lucu ya, betapa mudahnya kita mengirimkan ratusan
jokes lewat SMS, atau E-mail tetapi harus berpikir dua kali untuk mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah

Lucu ya,…. LUCU................

Kamis, 14 Oktober 2010

Goooo tooooo Sumatra



Akhirnya aku memijak juga di tanah Sumatra.....
Sebuah pulau terbesar ke dua se-Indonesia setelah pulau Borneo (Kalimantan), sungguh sebuah kenikmatan yang sulit untuk aku syukuri kepada Sang Pencipta.

"Ya Allah....
terima kasih atas segala anugerah yang telah Kau limpahkan pada hamba-Mu ini,
hamba yang jauh dari-Mu,
hamba yang selalu ingkar akan segala perintah-Mu,
hamba yang giat mengaplikasikan
larangan-Mu."

Sumatra sebuah pulau yang masih kosong dari jajahan manusia, sungguh berbeda klo' dibandingkan dengan pulau Jawa, pulau yang kecil tapi penduduknya melimpah, yang sesak akan polusi manusia yang terus merusak lingkungannya, berbeda dengan sumatra, pulau yang cukup luas, dengan jumlah penduduk yang masih minim, disana-sini pepohonan sungguh rindang, ada kadu, ada sawit, ada kopi, singkong, dsb.

Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan.
tapi satu hal yang aku rasakan tapi sedikit menakutklan; disana rata-rata udara di daerah lampung sangat panas, hingga gerah rasanya badan ini. dan yang paling menakutkan di pulau sumatra adalah; masih banyak begla-begal berkeliaran, hingga jika tengah malam kita melintas di jalanan yang sepi, jauh dari keramaina, maka uang da nyawa sudah terbiasa hilang diterkam para pembegal......
taku....t!

Tapi yang paling berkesan go to sumatra adalah kita berlayar melewati selat sunda beserta my teachers and friend girls, pokoknya sungguh sebuah kebahagian yang harus benar-benar ku syukuri...

sekian saja ah......
pingin tau cerita selanjutnya.....
mendingan antum wawancara dengan narasumbernya.

smoga tulisan ini bermampaat.

Sabtu, 09 Januari 2010

SANTRI GEMBOEL



Wahai pembaca blog pena sun3….!

Gambar di atas merupakan salah-satu pojok gambar yang gue ambil dari temen-teman gue ketika makan, dan disanalah terlihat para santri sedang makan dengan seadanya(qona’ah), tanpa memperdulikan keadaan/lingkungan tempat mereka makan, sehingga kalau kita lihat kelapangan,”Sungguh menjijikkan dan bisa membuat selera makan ini hilang.” Kata pembaca yang belum merasakan makan di tempat ini.

Tapi klo’ menurut gue, itu adalah bentuk keidahan yang sulit untuk di dapatkan dan akan menjadi sebuah nostalgia yang sungguh sulit untuk di lupakan, bahkan kalo’ kita terjun kelapangan secara langsung , makan santri itu sangat fenomenal/ghaarib/aneh.

“Fenomenal kenapa?”

Fenomenal, karena mesti keluar kata-kata jorokpun santri tetap konsisten makan dan tidak pudar selera makannya, seperti ada sebuah kisah:

Waktu itu gue makan di dapur/logistic, so…pasti di sana ada temen-temen gue yang kelaminnya cewe (seperti gambar diatas),

Nah…! kebetulan waktu itu temen gue yang cewe-cewe lagi pada makan. Ketika gue lihat ternyata lauk pauknya cukup meggairahkan nafsu makan gue, hingga mulut ini serasa ingin segera untuk mencapluknya. Sedetik kemudian gue berfikir, “Bagaiman caranya supaya tuh lauk pauk bisa jadi menu makan gue?”. Al hasil gue punya jurus jitu dengan cara mengucapkan kata-kata yang jorok alias kata-kata yang mampu memudarkan selera makan, sepeti ngomong:

“Perut gue mules….! Pingin ke belakang,” atau

“temen-temen….! gue lagi diare…! Pokona mah seperti anu nya dalam sayur lodeh, bukurnya sedikit dan kuahnya banyak,” pokonya kalimat-kalimat yang menjijikan,

Tapi, ternyata godaan gue gak berhasil tuk memudarkan semangat mereka makan, alhasil mereka tetap makan bahkan berbicara yang lebih jorok lagi.

Nah, kalo’ makan dengan laki pun gue punya cerita yang sangat menarik sekali. “waktu itu gue makan bareng, kurang lebih 5 orang.

Nah pas waktu makan ada temen gue yang jorok, yah..! punya alasan seperti gue “ingin menunya di makan sendiri dan orang lain tampak jijik tuk memakannya”. Al hasil yang dia lakukan adalah memuntahkan kembali makanan yang sudah di kunyahnya.

“Beeeu…eur! Pokonya pingin muntah.”

Tapi gue dan teman-teman yang lain pun berpikir kalo’ ini cuma tipu muslihat belaka, dan kita bersama-sama harus tetap mempertahankan kebersamaan kita, supaya kita sama-sama kenyang dan sama-sama bisa tidur pulas(nga bangke’).

Bahkan kalo’ kita ini makan dengan yang afdhol-afdhol alias enak (seperti daging, ikan,dll). Ada temen yang sangat cerdik sekali,”Dia mah langsung saja membuang lauk pauk itu kemana aja, yang penting tempatnya bersih.”

“Nah, setelah selesai makan! Baru dia cari lagi makanan tadi yang di buangnya.” So….? Pastinya protein dia terus bertambah dan tubuhnya semakin gembul/gendut.

Namun gue dan teman-teman udah memakluminya, bahwa itu semua adalah salah satu sisi jelek santri yang jauh dari pedoman kehidupan yang udah di maktubka oleh Sang Maha. Kalo’ makan itu hukumnya adalah boleh-boleh saja sebatas kita gak berlebih-lebihan. Tapi inilah menjadi tantangan bagi seorang santri yang setiap harinya mengkaji ilmu agama , namun sangat sulit sekali untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal ada sebuah pepatah jawa mengatakan:

“kalo’ kita ingin sukses di dalam mencari ilmu harus ‘kurud cileuh, genteng peujit’”(sedikit tidur,sedikit makan).

Oleh karenanya:

Gue mengingatkan kepada seluruh pelajar (khususnya santri) untuk menggapai cita-cita yang kau harapkan; maka:

“jangan sekali-kali makan yang berlebih-lebihan (gemboel), karena itu semua hanyalah bisikan dari nafsu yang sudah terperangkap dengan ranjau-ranjau anak-anak iblis, karena “KITA MAKAN UNTUK HIDUP, BUKAN HIDUP UNTUK MAKAN”.

Jumat, 08 Januari 2010

FILSAFAT


Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".

Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "filsafat" adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis.[1] Hal ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity 'ketertarikan'. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sedikit sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.

Kamis, 07 Januari 2010

santri


Santri adalah sebutan bagi murid yang mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Pondok Pesantren adalah sekolah pendidikan umum yang persentasi ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam. Kebanyakan muridnya tinggal di asrama yang disediakan di sekolah itu. Pondok Pesantren banyak berkembang di pulau Jawa.

Panggilan Santri Pondok X artinya ia pernah/lulus dari Pondok Pesantren X. Panggilan Santri Kyai KH artinya ia pernah diajar oleh Kyai KH. Umumnya, sebutan santri Kyai juga berarti ia pernah menjadi anak asuh, anak didik, kadang-kadang mengabdi (biasanya di rumah kediaman) kyai yang bersangkutan.