selamat datang

Selamat Datang di blog penasun3

Sabtu, 09 Januari 2010

SANTRI GEMBOEL



Wahai pembaca blog pena sun3….!

Gambar di atas merupakan salah-satu pojok gambar yang gue ambil dari temen-teman gue ketika makan, dan disanalah terlihat para santri sedang makan dengan seadanya(qona’ah), tanpa memperdulikan keadaan/lingkungan tempat mereka makan, sehingga kalau kita lihat kelapangan,”Sungguh menjijikkan dan bisa membuat selera makan ini hilang.” Kata pembaca yang belum merasakan makan di tempat ini.

Tapi klo’ menurut gue, itu adalah bentuk keidahan yang sulit untuk di dapatkan dan akan menjadi sebuah nostalgia yang sungguh sulit untuk di lupakan, bahkan kalo’ kita terjun kelapangan secara langsung , makan santri itu sangat fenomenal/ghaarib/aneh.

“Fenomenal kenapa?”

Fenomenal, karena mesti keluar kata-kata jorokpun santri tetap konsisten makan dan tidak pudar selera makannya, seperti ada sebuah kisah:

Waktu itu gue makan di dapur/logistic, so…pasti di sana ada temen-temen gue yang kelaminnya cewe (seperti gambar diatas),

Nah…! kebetulan waktu itu temen gue yang cewe-cewe lagi pada makan. Ketika gue lihat ternyata lauk pauknya cukup meggairahkan nafsu makan gue, hingga mulut ini serasa ingin segera untuk mencapluknya. Sedetik kemudian gue berfikir, “Bagaiman caranya supaya tuh lauk pauk bisa jadi menu makan gue?”. Al hasil gue punya jurus jitu dengan cara mengucapkan kata-kata yang jorok alias kata-kata yang mampu memudarkan selera makan, sepeti ngomong:

“Perut gue mules….! Pingin ke belakang,” atau

“temen-temen….! gue lagi diare…! Pokona mah seperti anu nya dalam sayur lodeh, bukurnya sedikit dan kuahnya banyak,” pokonya kalimat-kalimat yang menjijikan,

Tapi, ternyata godaan gue gak berhasil tuk memudarkan semangat mereka makan, alhasil mereka tetap makan bahkan berbicara yang lebih jorok lagi.

Nah, kalo’ makan dengan laki pun gue punya cerita yang sangat menarik sekali. “waktu itu gue makan bareng, kurang lebih 5 orang.

Nah pas waktu makan ada temen gue yang jorok, yah..! punya alasan seperti gue “ingin menunya di makan sendiri dan orang lain tampak jijik tuk memakannya”. Al hasil yang dia lakukan adalah memuntahkan kembali makanan yang sudah di kunyahnya.

“Beeeu…eur! Pokonya pingin muntah.”

Tapi gue dan teman-teman yang lain pun berpikir kalo’ ini cuma tipu muslihat belaka, dan kita bersama-sama harus tetap mempertahankan kebersamaan kita, supaya kita sama-sama kenyang dan sama-sama bisa tidur pulas(nga bangke’).

Bahkan kalo’ kita ini makan dengan yang afdhol-afdhol alias enak (seperti daging, ikan,dll). Ada temen yang sangat cerdik sekali,”Dia mah langsung saja membuang lauk pauk itu kemana aja, yang penting tempatnya bersih.”

“Nah, setelah selesai makan! Baru dia cari lagi makanan tadi yang di buangnya.” So….? Pastinya protein dia terus bertambah dan tubuhnya semakin gembul/gendut.

Namun gue dan teman-teman udah memakluminya, bahwa itu semua adalah salah satu sisi jelek santri yang jauh dari pedoman kehidupan yang udah di maktubka oleh Sang Maha. Kalo’ makan itu hukumnya adalah boleh-boleh saja sebatas kita gak berlebih-lebihan. Tapi inilah menjadi tantangan bagi seorang santri yang setiap harinya mengkaji ilmu agama , namun sangat sulit sekali untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal ada sebuah pepatah jawa mengatakan:

“kalo’ kita ingin sukses di dalam mencari ilmu harus ‘kurud cileuh, genteng peujit’”(sedikit tidur,sedikit makan).

Oleh karenanya:

Gue mengingatkan kepada seluruh pelajar (khususnya santri) untuk menggapai cita-cita yang kau harapkan; maka:

“jangan sekali-kali makan yang berlebih-lebihan (gemboel), karena itu semua hanyalah bisikan dari nafsu yang sudah terperangkap dengan ranjau-ranjau anak-anak iblis, karena “KITA MAKAN UNTUK HIDUP, BUKAN HIDUP UNTUK MAKAN”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar