selamat datang

Selamat Datang di blog penasun3

Sabtu, 31 Desember 2011

happy new year


"Te nu ngora....., teu nu Kolot...., aki2, nini....! parawan atawa nu geus jebol....! arindit ka Alun2 Ciamis.....!". ceuk Sie Pena.
"Ek naraonnnnnnya! " "Aing mah asa biasa-biasa we......!"ceuk sie PEna deui.....
"Tapi ieu teh geus adat, asa nateh teu gholib jeung batur mun taun anyar teh ngan saukur cicing di imah neuleu TIVI.....
cik hayang jiga baturrrrrr..." ceuk batur
nya geus gholib ayeuna mah taun anyar teh jiga lebaran syawal we....! caricing ngariung di tempat nu rame, nafakuran jalma nu beda2 paniatan, polisi jeung budak pramuka sibuk ngamankeun jalur lalu lintas, pokonamah sarebling loloba na mah, budak ngora jaroged nuturkeun tatalu, kolot ngarasuh anak tengah peuting, nu boga kabogoh kesempatan liar ti peuting.....!
"Geuning di izinan ku kolotna..?"
"Da akur we kolotna sebling....." geloooooooooooo!
tapi..! aya anu syukuran oge ka Pangeran dina moment Taun anyar Teh.....! Saha Cing?????\
Tukang dagang....., tukang balantik, tukang parkir....! pokonamah panen.....!
panen duit..., da dagangana payu.....! anak pamajikan ka paraban......., ceuk tukang dagang.

torompet ngadak-ngadak payu...., kembang api komo deui, roko so... pasti! wah hura-hura.....!
bati numpukkkkkkkkk!

Sie Pena berkata :
"Rabb...! Ampunilah Hamba-Mu ini dari segala kesalahan.....!
lautan-Mu begitu luas tuk menenggelamkan segala dosa-dosa hamba ini,
ku melihat, ku mendengar,ku merasakan getaran yang begitu dalam dari lubuk ini,
jauhkanlah hamba dari segala kesia-siaan, demi menggapai keridhoan-Mu, bimbinglah hamba menuju Shirat-Mu.....! Lindungilah dan berjalankanlah segala cita-rasa hamba-Mu ini.....
Amiennnnn..............

Sabtu, 24 Desember 2011

10 KEBIASAAN YG MEMBUAT KAYA


Seseorang yang sukses secara financial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit.

Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kayak arena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara financial.

Berikut ini tips melakukan 10 kebiasaan yang bisa membuat Anda sukses secara financial (kaya):

  1. Kebiasaan Networking. Empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah rejeki. Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak pernah tahu. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar. Mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup seribu tahun lagi. Salah satu yang dapat membuaka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau dalam istilah bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia sejatinya merupakan mankluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus berkomunikasi. “Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian menurut Aristoteles. Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal dengan istilah “manusia sebagai makhluk social”. Singkatnya manusia telah dibekali banyak hal untuk selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya. Artinya, manusia tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini. Seperti bagaimana memaksimalkan telur menjadi sepiring omlet lezat.
  2. Kebiasaan Bangun Lebih Pagi. Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan. Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga, membaca Koran, menyusun agenda kerja, menyepa tetangga, beribadah, membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal. Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.
  3. Kebiasaan Menetapkan Tujuan. Tujuan adalah kalimat-kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku catatan, lamunan, atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah apa yang orang kenal sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah tangga yang terlihat lebih hijau. Namun, tujuan adalah sesutau yang membuat Anda merasa bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun Anda harus berusaha dengan susah payah. Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) dan Soichiro Honda (pendiri imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih tujuan (mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku. “Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya,” tutur Honda.
  4. Kebiasaan Berinovasi. Janganlah berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelebihan sama sekali. “Yang saya lakukan hanya membakar bamboo di pekarangan rumah,” ucap Tsai Lun, penemu kertas pertama di dunia. Kegiatan bakar-bakarannya, justru mengantarkannya untuk melihat bentuk bubuk kertas (pulp) bamboo, dari sisa pembakaran. Yang pada akhirnya dikenal dengan ‘kertas’ sebagai penggati ‘dedaunan’ untuk menulis. Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi, kuncinya adalah pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan dimana saja, asalakan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang menentramkan (baca: lepas dari zana nyaman). Adalah Lawrence Edward “Larry” Page dan Sergey Brin, pada pendiri mesin pencari di internet : Google, yang bisa lari dari zona nyaman untuk menciptakan inovasi. “Semua orang pasti bicara tentang kebutuhan dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan orang itu?” ungkap Page. Maka page pun menjawabnya dengan Google. “Bisnis saya sebenarnya hanya menggali informasi, menemukan kecocokan data satu dengan yang lainnya”, lanjut Brin.
  5. Kebiasaan Berdoa. Ora et Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti, “berdoa dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu merupakan pengharapan. Seseorang yang berdoa tidak akan merasakan individualism menguasai dirinya. Oleh karena itu, konsep berdoa merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama beranggapan bahwa mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.
  6. Kebiasaan Melakukan Sesuatu Sesegera Mungkin. Manusia memang bukan mesin yang aan langsung mengerjakan sesuatu setelah diperintah. Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti menumpuk pekerjaan. Semakin bertumpuk, Anda akan semakin bingung bagaimana menyelesaikannya. “Komputer adalah bisnis kecepatan, semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya akan semakin baik buat semua,” demikian kata William “Bill” Gates, pemilik Microsoft Corp, tentang bisnisnya yang selalu memimpin tren pasar komputer dunia. Karena menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada istilah menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan waktu.
  7. Kebiasaan Melakukan Introspeksi. Siapa Anda? Anda adalah apa yang dipikrikan. Bagaimana Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan bagaimana orang lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak penting, maka Anda menjadi tidak penting di mata orang lain. Tak akan ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan sebenar-benarnya. Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon mengenlai dirinya lewat potensi yang dimili dan juga kekurangan yang harus diperbaiki. Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri (self awareness)
  8. Kebiasaan Tepat Waktu. Waktu dilhirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku. Apakah manusia semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu Anda akan merasa kesal jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu pun sebaliknya. Setiap hari setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya bukan? Kunci untuk membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah konsekwensi dengan apa yang telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut bisa dimulai dengan datang tepat waktu. Menepati sesuatu adalah janji, dan janji adalah hutang. Dengan datang tepat waktu, berarti Anda telah menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda janjikan.
  9. Kebiasaan Berderma. Mengurangi apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk kepemilikan? Pemberi terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin sedunia. Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya? Ketika orang kaya merasa fakir, dia akan menjadi serakah dan tidak menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua yang ada di duani ini, mampu member makan yang lebih bagi semua orang. Namun, keserakan dari orang kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di duni,” ucap Mahatma Gandhi. Lalu apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah berderma. Orang yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang lain walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang uang tidak pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin berderma. Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia. Ingat pula pepatah sunda, “Mulangkalih aya nu dipincariosan abi aya di palihan” (sekiranya ada yang dibutuhkan, saya ada di sebelah). Biasakanlah diri Anda berderma karena dengan berderma, Anda seolah-olah sedang menanam sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan yang sedang Anda perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan selalu dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan selalu mendapatkan prioritas bantuan.
  10. Kebiasaan Penurut. Pengetahuan manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang dipersempit dengan sikap sok tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada orang yang lahir dan tumbuh lantas masyur tanpa bantuan orang lain, setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Menjadi penurut kadang bisa menyelamatkan sekaligus member keuntungan bagi kita. Ingat akibat sikap keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya korban di pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia (Operasi Citadel). Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah orang tuanya, ketika kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani tamu-tamu (orang asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis kecilnya ini menjadi imperium besar di abad ini.

4 TIPE MANUSIA versi akal

Golongan manusia berdasar kepintarannya di golongkan menjadi 4 tipe, yaitu :

1. Rojulun yadri wa yadri anahu yadri fahuwa alimun. fa tabi’uhu. Manusia itu pintar dan dia menyadari kepintarannya, maka orang ini orang pintar. Maka ikutilah dia.

2. Rojulun yadri wa layadri anahu yadri fa huwa ghofilun. Fannabi’uhu. Orang ini pintar tapi dia tidak menyadari dan tidak mengamalkan ilumunya, orang ini seperti orang sedang tidur, maka bangunkanlah.

3. Rojulun layadri wa yadri anahu layadri fahuwa mustaghshikin. Orang ini bodoh, dan dia menyadari bahwa dirinya adalah bodoh, maka orang ini berilah petunjuk.

4. Rojulun layadri wa layadri anahu layadri fahuwa dholimun. Jahilun murokabun. Orang ini bodoh, tapi tidak tahu kebodohonnya bahwa dirinya adalah bodoh. Orang ini adalah orang jahil. Bodoh atau dholim atau jahilun murokabun. Tinggalkan dia.

Kita termasuk golongan yang mana ?

Ayo kita selalu mencari ilmu, mentransfer ilmu, mengajarkan jalisan, dengan anak-anak kita seperti yang dilakukan orang tua kita, kakek-nenek kita dahulu.

Ayo kita semua baik yang pintar-pintar maupun yang bodoh-bodoh, ayo selalu gunakan akal, agar selamat dunia dan akherat.

Sebab tentang Akal, Al Aql ini Sahabat Ka’ab dan Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.

Yaa.. Rasulullah, Man a’lamunnas ? Siapa orang yang paling pandai ? dijawab oleh Rasulullah Al aql, orang yang menggunakan akalnya.

Man a’budunnas ? Siapa orang yang paling hebat ibadahnya ? dijawab …. Al aql

Man afdholunnas ? Siapa yang paling utama-utamanya manusia ? dijawab …. Al aql

A’latul mu’min, al ’aql . Alat seorang mukmin adalah Al aqil.

Kita sudah diperintah oleh Allah Ta’ala untuk senantiasa Iqro’…iqro’…iqro’ . tapi kenyataannya kita masih saja jumud.

Oleh karena itu menghadapi persoalan hidup ini, ayo bangkit jangan menangis dengan kekalahan, jangan bersedih dengan kehilangan, senyumlah dengan pengalaman-pengalaman kenapa kita kalah, kenapa kita bersedih, maka kau akan menang, ketenangan kebahagiaan akan kau peroleh. Insyaallah.

Semoga Allah meridhoi langkah kita. Amin! Demikaan Kumpulan kata hikmah islam yang saya posting di blog kata mutiara hikmah ini, bermanfaat buat sobat-sobat sekalian

BELAJAR DARI KOPI


Ada sebuah simulasi, 3 panci diatas kompor, panci pertama diisi wortel, panci kedua diisi telur dan panci ketiga diisi kopi. Ketiga-tiganya sama-sama direbuh selama 15 menit,dan lihatlah yang terjadi, wortel sebelum masuk panci keadaannya agak keras,setelah 15 menit direbus,wortel tersebut menjadi lembek. Beda lagi dengan keadaan telur, awalnya dia cair didalamnya, namun setelah 15 menit didalam panci, dia berubah menjadi keras. Dan bagaimana dengan nasib kopi? Berbeda dengan kedua kawannya, wujud kopi hilang, dia menyatu dengan air dan jadilah wedang kopi yang harum dan menggugah selera.

Coba kita hubungkan dengan keadaan kita, anggaplah air yang mendidih itu adalah ujian atau cobaan hidup kita didunia. Kita sebagai manusia ada yang memiliki sifat tegar, optimistis, namun kala ujian menerpa jiwa kita luruh, hanyut, mental kita menjadi loyo, lembek, tak berdaya, kita menyerah kalah tanpa perlawanan oleh keadaan. Tiba-tiba kita menjadi pendiam, menutup diri.

Ada lagi manusia yang tadinya berjiwa lembut, penuh cinta kasih, tapi tak jauh beda dengan jiwa yang pertama, manakala ia dihadapkan pada ujian Alloh, jiwanya tak mampu meski hanya sekedar bertahan, ini diwakili oleh telur, yang tadinya berupa wujud cair,setelah 15 menit direbus,ia menjadi keras, begitulah….. ketika hidup kita mapan, anak-istri hidup rukun tak kurang suatu apa, bisnis lancer bahkan berkembang pesat, kita benar-benar menjadi “manusia” yang di “manusiakan”,namun saat giliran ujian kehilangan dan kekurangan menyambangi, kita menjadi angkuh, sombong, tidak lagi percaya dengan keadilan Alloh.

Yang ketiga adalah jiwa seperti kopi, dia tidak terlalu terpengaruh dengan keadaan, tapi sebaliknya, dialah yang mempengaruhi keadaan, keadaan yang kurang mengenakkan, diterimanya sebagai suatu kewajaran, semua taqdir-Nya baik yang baik atau pun buruk diterimanya dnegan lapang dada, akhirnya ia bisa mengubah keadaan.

Kadang kehidupan tidak banyak memberikan banyak pilihan kepada kita, kadang keadaan tidak seperti yang kita harapkan. Menerima keadaan secara wajar, lalu berusaha dan berdo’a untuk perbaikan adalah langkah yang baik untuk kita tunaikan sebagai hamba Alloh

Senin, 12 Desember 2011

KIAT SHALAT KHUSYUK

Sahabat Penaku...! ana sekarang ini lagi dapet ketetapan yg sungguh patut disyukuri...! bisa OL seharian...., gratis lagi..... oleh karnanya, ngak adee mamfa'atnya klo' cuma browsing yg gak karuan...., dibawah ini ana mau bagi ilmu dari guru ana yg sungguh luar biasa, anna dpet dari dinding FB-nya K.H.Arifin Ilham: coba ente-ente baca sambil diresapi.... insya Allah solat kita bisa lebih khusyuk...... Amien!
Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?, Karena 1, Memang belum mengenal ALLAH kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af'al & AsmaNYA, DIa yg menciptakan manusia, hewan, tumbuh2an, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak2ku, semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yg bergerak, semua yg berada dilangit & dibumi, semua dihidupkanNYA " Al Muhyi" & semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" & kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIAlah yg mengatur semuanya "Ar Robbu", DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27). DIa Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA, Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yg kita hadapi dalam sholat selama ini?, Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?
Bagian kedua, Mengapa sulit khusyu' dalam sholat? Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat, maka jadilah "sukaaro" sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyaqinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesanya, kebiasaannya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok. surah & bacaan sholatpun komai kamit. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH ini, "...JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN" (QS4:43). Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yg dikatakan & apa yg diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku', sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku' sujud menghadap PENCINTA LANGIT & BUMI...tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dg PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA
Bagian ketiga, Mengapa sulit khusyu' dalam sholat? Krn tdk sadar bahwa sholat itu adalah "Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi" dialog hamba kpd Kholiqnya, "Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH" (HR Bukhori Muslim). Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yg dipanggilpun yg berSYAHADAT, "Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah", yg tdk beriman tdk dipanggil, krn itulah Rasulullah mengingatkan, "Yang membedakan kita dg org kafir adalah sholat, maka siapa dg SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir". Menutup aurat krn memang menghadapNYA, menghadap qiblat krn memang fokus jasad ruh, hati pikiran kpdNYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci krn memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah "inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho" hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU...inilah diantara komunikasi sholat yg belum difahami, lantas bagaimana khusyu' tanpa kesadaran ini?
Bagian keempat, Mengapa sulit khusyu' dalam sholat? Krn sedikit kita yg faham bahwa dlm sholat Ta'kala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dg RABBnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yg dibaca itu langsung dijawab oleh ALLAH", lalu Rasulullah menyampaikan ketika seorang hamba berkata, ''Segala puji bagi ALLAH, TUHAN seru sekalian alam". ALLAH menjawab, "Hamba-KU telah memuji-KU". Seorang hamba berkata, ''Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang". ALLAH menjawab, "Hamba-KU memuji-KU". Seorang hamba berkata, ''RAJA di Hari Pengadilan". ALLAH menjawab, "Hamba-KU mengagungkan Diri-KU. Hamba-KU berserah diri kpd-KU". Seorang hamba berkata, ''Hanya ENGKAUlah yg kami sembah, & hanya kpd-MU kami memohon pertolongan". ALLAH menjawab, "Inilah pertengahan antara AKU & hamba-KU, & bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan". Seorang hamba berkata, ''Tunjukilah kami jalan yg lurus, jalan yg telah ENGKAU anugerahkan kpd mrk, bukan mrk yg kena murka & bukan mrk yg sesat.'' ALLAH menjawab, "Ini milik hamba-KU, & bagi hamba-KU apa yg dia minta AKU berikan". (Hadist Qudsi, HR Muslim). Krn itu sahabatku, mulailah bacanya pelan2 dg kesadaran & keyaqinan "THUMA'NINAH", sungguh ALLAH menjawab stp ayat yg kita baca..."nikmatnya, bahagianya aku menulis ini dari mesjid Agung Baitul Makmur Rejang Lebong Bengkulu sambil menunggu waktu isya. I love you sahabatku fillah.
Bagian kelima, Mengapa sulit khusyu' dalam sholat? Krn "hubbub dunya" sgt mencintai dunia, "the money is the first and the final of life, no money no happy" sehingga hati pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yg bersifat duniawi, duit, dolar, makan minum, keluarga, target2 bisnis, masalah2, berkhayal dsb, & itulah yg di ingat ingat dalam sholat, sampai apa yg disebut oleh Rasulullah, "hatta yansa kam rok atan laka" sampai ia lupa sudah BERAPA RAKAAT IA SUDAH SHOLAT", maka tidak heran saat sholat yg semestinya hati pikirannya fokus dalam sholat malah ingat dunia. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH surah Al Maa'uun ayat 4 & 5, "CELAKALAH orang2 yg mengerjakan sholat yg HATI PIKIRANNYA LALAI kepada ALLAH". Lalai hatinya krn dunia "ball tu'tsiruunal hayaatad dunya" (QS 87:16). Krn itu sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yg fana ini, sholatlah seakan sholat terakhir hidup, simaklah sabda Rasulullah, "Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana" (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad).
Bagian ke enam, Mengapa sulit khusyu' dalam sholat? Krn makan minum yg haram, baik secara zat "lizaatihi" seperti, anjing, babi, alkohol, narkoba dsb, atau cara mencarinya dg cara haram, "linailihi", walaupun halal zatnya seperti makan tempe tahu halal tetapi karena cara mencarinya dg berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dsb, maka tetap haram, seakan ia makan Tempe tahu tetapi sebenarnya ia makan anjing & babi, itulah yg disebut "rijsun min amalisy syaithon". Najis karena amalnya, atau "roddudzdzakaat" karena menolak zakat, maka hartanya bercampur dg hak faqir miskin, kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati & hijab hubungan kpd ALLAH, walhasil sholatnyapun tidak diterima, ALLAH "SUBBUUHUN" MAHA SUCI hanya menerima yg suci. Ingat komentar Rasul pd orang yg menangis ta'kala berdoa, "hampir saja aku mengira doanya diijabah ALLAH, namun Jibril memberitahuku bahwa orang itu suka menipu, lantas bagaimana ALLAH menjawab si penipu, pakaian & makanannya dari hasil menzholimi orang lain?" SADARILAH saat sholat kita BERHADAPAN ZAT YANG MAHA SUCI!
Bagian ketujuh, Mengapa sulit khusyu' dlm sholat? Krn sholatnya masih disertai "Al fahsyau" berbuat ma' siyat seperti berdusta, mabuk, buka aurat, berjudi, berzina, dari zina mata melihat yg porno, tangan meraba, pikiran berkhayal sampai zina kemaluan, "adzdzunuubu kaafilatul quluubi" dosa dosa ma'siyat itu menjadi "cover" penutup hati, Alwaqi, guru imam Syafii' berkata, "nurullahi la yuhda lil a'shi", sungguh cahaya NUR HIDAYAH ALLAH tdk akan masuk pada hati yg tertutup gelap krn ma'siyat. Inilah kebanyakan yg terjadi pada "tukang sholat" bukan "Penegak Sholat", STMJ sholat rajin ma'siyat tekun, ritual rutinitas tanpa disertai amal yg berkwalitas, hasilnya lagi lagi kosong, tdk ada "atsar" pengaruh, ini sekaligus menjadi jawaban mengapa ada orang sholat tetapi sulit khusyu'...ya bagaimana khusyu' ma'siyat terus sich!. Imam Ghazali berkata, "Sungguh, sekali dusta sudah cukup membuat sholatnya terhijab kpd RABBnya".
Bagian ke delapan, Mengapa sulit khusyu' dlm sholat? Krn sholatnya disertai "al mungkar", berbuat zholim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan orang lain, menghina, memukul apalagi sampai membunuh orang lain. Ini pun menjadi HIJAB BESAR, krn ALLAH hanya menerima ibadah yg membuat hamba itu MENGHINAKAN DIRI dihadapanNYA & yg MEMBUAT dirinya BERAHKLAK MULIA kpd MAHLUKNYA. Cukup sholat itu akan dianggap dusta kalau tidak memperhatikan yatim piatu & faqir miskin (QS 107:1-3). "Cuek, masa bodoh, pelit, emangnya gue pikiran"dsb sudah cukup dianggap pendusta sholat, pendusta agama apalagi sampai berbuat aniaya, & ini semua bukan akhlak hamba ALLAH yg sholat, orang sholat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan & rendah hati. Ku tulis hikmah ini dlm perjalanan dakwahku ke Nganjuk, doakan ALLAH selamatkan perjalanan ini, krn besok selesai kuliah subuh di mesjid langsung menuju Mamuju Sulawesi Barat, sahabatku.